WELCOME TO MY WORLD

Sabtu, 03 September 2011

Perencanaan Pendidikan



PENDAHULUAN

Perencanaan adalah Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seorang akan selalu memeiliki tujuan dan cara mengerjakan, mengambil waktu tertentu, serta meng!ambil tempat tertentu. Dengan demikian, perencanaan, dapat didefinisikan sebagai upaya menentukan apa yang akan dikerjakan, bagaimana cara, mengerjakan, bilamana dikerjakan, serta di mana dikerjakan untak mencapai tujuan tertentu.
Definisi di atas menunjukkan bahwa suatu perencanaan minimal mengandung unsur unsur tujuan, metode, waktu, dan tempat. Unsur-!unsur perencanaan ini merupakan unsur minimal dalarn perencanaan individual. Bila perencanaan yang dilakukan adalah perencanaan kelompok, maka masih harus ditarnbah lagi dengan unsur pembagian tugas. Jadi, untuk kepentingan kelompok, perencanaan dapat didefinisikan sebagai upaya menentukan apa yang akan dikerjakan, bagaimana cara mengerjakan, bilamana dikerjakan, di mana dikerjakan, serta siapa yang mengerjakan, untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Atmosudirdjo (1982), setiap rencana mengandung tiga ciri khas, yakni: (1) selalu mengenai masa mendatang (future, teokomtst), (2) selalu mengandung kegiatan kegiatan tertentu dan bertujuan (ac!tion, doelstellige activiteiten) yang akan dilakukan, dan (3) mesti ada alasan sebab, motif atau landasan baik personal (pribadi, perorangan) organisasional maupun kedua duanya.¨Apa yang dikemukakan oleh Prajudi Atmosudirdjo selain memuat unsur penting dalam perencanaan, juga menekankan pentingnya alasan yang mendasari pembuatan suatu perencanaan. Setiap perencanaan yang dibuat harus memliliki alasan yang kuat, baik alasan praktis maupun alasan ideal.
  
PEMBAHASAN

A.    SYARAT SYARAT PERENCANAAN PENDIDIKAN
Perencanaan membutuhkan pemikiran yang mendalam dengan pemikiran yang mendalam akan membantu proses perencanaan yang akan dibuat. Pemikiran tersebut dilandasi dengan keikhlasan dan keinginan untuk merencanakan suatu sebuah perencanaan bersama. Lebih dari dalam proses perencanaan hendaknya memperhatikan pendapat dan aspirasi bersama.
Menurut Asnawir dalam bukunya Manajemen Pendidikan, paling tidak dalam menyusun perencanaan pendidikan perlu memperhatikan empat unsur :
1.         Tujuan hendaknya jelas, yang tercakup perumusan sasaran untuk mencari solusi dari problem yang ada.
2.         Menetapkan teknik pengumpulan dan pengolahan data
3.         Berorentasi ke masa depan yang bersifat prediksi.
4.         Adanya kegiatan yang tersusun, terangkai untuk mencapai tujuan.
Keempat unsur tersebut hendaknya menjadi perhatian bagi manajer sebelum menyusun perencanaan. Hal ini perlu karena berhubungan dengan kualitas, efektifitas dan efesiensi dalam isi kebijakan yang tersusun dalam perencanaan.
Selanjutnya selain memperhatikan unsur-unsur tersebut perlu diperhatikan syarat-syarat dalam menyusun perencanaan, yaitu
1.         perencanaan dalam lembaga pendidikan hendaknya memperhatikan dan didasarkan kepada tujuan yang  jelas.
2.         Dalam perencanaan hendaknya mengutamakan aspek kesederhanaan, realistis dan praktis.
3.         Terinci dan memuat segala uraian, klasifikasi kegiatan dan rangkaian kegiatan sehingga memudahkan pelaksanaan serta memedomaninya.
4.         Memperhatikan fleksibilitas sehingga mudah beradaptasi dengan keadaan, kebutuhan dan kondisi dan situasi.
5.         Menghindari duplikasi dalam pelaksanaannya.
Dari uraian tersebut tergambar bahwa perencanaan dilakukan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan, di sisi lain, perencanaan di susun berdasarkan prioritas, efektif dan efesien.
Perencanaan menurut Asnawir adalah kegiatan yang harus dilakukan pada tingkat permulaan, lebih dari itu perencanaan merupakan aktifitas pemikiran, pemilihan rangkaian tindakan yang mengarah kepada tercapainya tujuan yang ingin diraih.
Menurut Asnawir langkah -langkah perencanaan hendaknya meliputi hal-hal sebagai berikut:
1)        Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.
2)        Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.
3)        Mengumpulan data atau informasi-informasi yang diperlukan.
4)        Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan.
5)        Merumuskan bagaimana masalah- masalah tersebut akan dipecahkan, dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan tersebut di selesaikan.
6)        Menentukan siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan dari tindakan tersebut.
7)        Menentukan cara bagaiman mengadakan perubahan dalam penyusunan rencana.
Ketujuh hal perlu mendapat perhatian dari para menejer yang akan menyusun perencanaan. Jika tidak diperhatian, maka rencana yang disusun dianggap gagal. Kegagalan tersebut kemungkinan lebih besar jika dibandingkan dengan perencanaan yang memperhatikan ketujuh hal tersebut. Dengan demikian ketujuh hal tersebut hendaknya menjadi perhatian para penyusun perencanaan agar tercapai tujuan. bersama. Hal lain yang perlu juga mendapat perhatian dalam menyusun perencanaan adalah jelasnya tujuan yang ingin dicapai, jelasnya tujuan yang kan dicapai, jelasnya potensi yang ada dan yang diharapakan, perlu keseimbangan, kesinambungan, koordinasi, keutuhan, data yang tepat dan menyeluruh serta adanya fleksibilitas.
Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah sebagai berikut :
1.         Perencanaan pendidikan hendaknya mengutamakan nilai- nilai manusiawi,
2.         Perencanaan pendidikan hendaknya memberikan kesempatan untuk mengembangkan segala potensi peserta didik seoptimal mungkin.
3.         Perencanaan pendidikan hendaknya memberikan kesempatan yang kepada peserta didik.
4.         Perencanaan pendidikan hendaknya menyeluruh dan sistematis terpadu serta tersusun logis dan rasional.
5.         Perencanaan pendidikan hendaknya bereorientasi kepada pembangunan sumber daya manusia.
6.         Perencanaan pendidikan hendaknya dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitan dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis.
7.         Perencanaan pendidikan hendaknya menggunakan sumber daya secermat mungkin karena sumber daya yang tersedia langka.
8.         Perencanaan pendidikan hendaknya beroreintasi kepada masa datang,
9.         Perencanaan lembaga pendidikan hendaknya responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di tengah masyarakat.
10.     Perencanaan lembaga pendidikan hendaknya sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan hingga pembaharuan terus menerus.
Paling tidak dalam penyusunan perencanaan hendaknya memenuhi hal tersebut, jika hal tersebut tidak dilalui maka ada kemungkinan rencana yang telah dibuat akan sulit untuk di realisasikan. Dengan demikian untuk menghindarkan dari kegagalan dalam menyusun perencanaan, langkah terbaik adalah menggunakan langkah-langkah yang telah teruji kebenarannya dalam menyusun perencanaan.

B.     PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN
Pendekatan-pendekatan dalam perencanaan pendidikan dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu  pendekatan kuantitatif. dan pendekatan kualitatif Antara lain :
1.           Pendekatan Tuntutan Sosial
          Pendekatan ini lebih menekankan pada pemerataan kesempatan atau kuantitatif di bandingkan dengan aspek kualitatif. Pendekatan ini adalah pendekatan tradisional bagi pembangunan pendidikan dengan menyediakan lembaga-lembaga dan fasilitas demi memenuhi tekanan-tekanan untuk memasukkan sekolah serta memungkinkan keinginan murid dan orang tuanya secara bebas. Dalam pendekatan ini tugas perencana pendidikan adalah harus menganalisa kebutuhan pada masa yang akan dating dengan menganalisa : 1). Pertumbuhan Penduduk, 2). Partisipasi dalam pendidikan, 3). Arus murid, 4). Keinginan masyarakat.
2.           Pendekatan Ketenagakerjaan
          Pendekatan ketenagakerjaan mengutamakan kepada keterkaitan lulusan system pendidikan dengan tuntutan terhadap tenaga kerja pada berbagai sektor pembangunan dengan tujuan yang akan dicapai adalah bahwa pendidikan itu diperlukan untuk membantu lulusan memperoleh kesempatan kerja yang baik sehingga tingkat kehidupannya dapat diperbaiki.
          Tekanan dalam pendekatan ini adalah relevansi program pendidikan dalam berbagai sector pembangunan dilihat dari pemenuhan ketenagaan. Pendekatan ini bertujuan mengarahkan kegiatan-kegiatan pendidikan kepada usaha untuk memenuhi kebutuhan nasional akan tenaga kerja sehingga diharapkan dapat memberikan keyakinan penyediaan fasilitas dan pengarahan arus murid benar-benar didasarkan atas perkiraan kebutuhan tenaga kerja.
3.         Pendekatan Cost Benefit
          Pendekatan ini melihat pendidikan sebagai upaya investasi yang harus memberikan keuntungan nyata pada saat nanti Secara koseptual efisiensi pendidikan meliputi efisiensi atau disebut juga keefektifan biaya (cost effectiveness) dan efisiensi eksternal atau disebut mamfaat biaya (cost benefit).
Mamfaat Biaya (Cost Benefit) dikaitakan dengan analisis keuntungan atas investasi pendidikan dari pembentukan kemampuan, sikap dan keterampilan. Dalam perhitungan Investasi terdapat dua hal penting yaitu :
1)             Investasi hendaknya menghasilkan kemampuan yang memiliki nilai ekonomi di luar nilai instrinsiknya.
2)              Nilai guna dari kemampuan analisis manfaat biaya (cost benefit analysis) merupakan metodologi yang banyak digunakan dalam melakukan analisis investasi pendidikan.
          Metode analisis mamfaat biaya dapat membantu para pengambil keputusan dalam menentukan pilihan diantara alternative alokasi sumber-sumber pendidikan yang terbatas tetapi memberikan keuntungan tinggi.
  
KESIMPULAN
1.      Perencanaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang memiliki tujuan yang membutuhkan pemikiran yang mendalam atau membuat strategi-strategi yang diarahkan untuk mencapai tujuan.
2.      Dalam perencanaan terdapat beberapa unsure yaitu : 1). Tujuan yang jelas, 2). Menetapkan teknik pengumpulan dan pengolahan data, 3). Berorientasi ke masa depan bersifat prediksi, dan 4). Adanya kegiatan yang tersusun.
3.      Pendekatan-pendekatan dalam perencanaan pendidikan dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu : pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif.

SARAN
Perencanaan yang efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan harus mempunyai perhatian terhadap prinsip-prinsip perencanaan dan mempunyai kemampuan untuk mempridiksikan, menganalisi kondisi, dan melakukan perhitungan-perhitungan yang akurat.

 DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku Perencanaan Pendidikan.
http;//www. wordpress.com/Teori Lokasi dan Pola Ruang.
http;//www.let;s smile.com/Prajudi Atmosudirdjo/Perencanaan Pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar